MAN 3 Kebumen dan Universitas AMIKOM Gelar Workshop Cyber Security Awareness di Era AI


Kebumen – MAN 3 Kebumen kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kompetensi digital di lingkungan pendidikan melalui penyelenggaraan Workshop ICT bertajuk "Cyber Security Awareness in the AI Era" pada Selasa, 30 Juni 2026. Kegiatan yang berlangsung di Digital Class MAN 3 Kebumen ini merupakan hasil kerja sama antara MAN 3 Kebumen dengan Universitas AMIKOM Yogyakarta sebagai upaya memberikan pemahaman mengenai pentingnya keamanan siber di tengah pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/ AI).

Workshop diikuti oleh seluruh guru dan tenaga kependidikan MAN 3 Kebumen. Turut hadir dalam kegiatan ini Pengawas Madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen, anggota Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MG-BK) seluruh MTs negeri dan swasta se-Kabupaten Kebumen, serta MG-BK seluruh MA negeri dan swasta se-Kabupaten Kebumen.

Dalam pemaparannya, narasumber dari Universitas AMIKOM Yogyakarta menyampaikan berbagai materi yang sangat relevan dengan tantangan dunia digital saat ini. Peserta diajak memahami pentingnya menjaga keamanan data pribadi, meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk ancaman siber, serta bijak dalam menggunakan teknologi digital yang semakin berkembang.

Salah satu materi yang mendapat perhatian besar adalah mengenai perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) yang kini mampu menghasilkan manipulasi digital dengan tingkat kemiripan yang sangat tinggi, seperti teknologi face swap maupun deepfake. Narasumber menjelaskan bahwa teknologi tersebut tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan kreatif, tetapi juga berpotensi disalahgunakan sebagai sarana penipuan maupun penyebaran informasi palsu. Oleh karena itu, peserta diimbau untuk tidak mudah mempercayai telepon, pesan, maupun informasi yang mengatasnamakan seseorang tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu melalui sumber yang benar.

Selain itu, peserta juga diingatkan agar lebih berhati-hati terhadap setiap informasi, foto, maupun data pribadi yang diunggah ke internet. Jejak digital yang ditinggalkan hari ini dapat saja dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab di kemudian hari dan berpotensi merugikan pemiliknya. Kesadaran terhadap pentingnya menjaga privasi digital menjadi salah satu poin utama yang ditekankan selama workshop berlangsung.

Sebagai bentuk edukasi praktis, narasumber juga mengajak peserta untuk memeriksa apakah alamat email yang dimiliki pernah menjadi bagian dari insiden data breach pada berbagai platform digital. Langkah sederhana tersebut menjadi salah satu cara untuk mengetahui apakah akun yang dimiliki berpotensi mengalami kebocoran data sehingga dapat segera dilakukan pengamanan, seperti mengganti kata sandi dan mengaktifkan autentikasi ganda.

Tak hanya itu, peserta juga diberikan berbagai tips menjaga keamanan perangkat digital dalam kehidupan sehari-hari. Narasumber mengingatkan agar tidak sembarangan membuka tautan (link) yang mencurigakan, tidak mudah menginstal aplikasi dari sumber yang tidak terpercaya, serta lebih teliti ketika sebuah aplikasi meminta izin akses terhadap kamera, kontak, lokasi, mikrofon, maupun data pribadi lainnya. Kelalaian dalam memberikan izin akses tersebut dapat membuka peluang terjadinya pencurian data hingga penyalahgunaan rekening atau aset digital yang dimiliki pengguna.

Sebagai tenaga pendidik, para guru juga mendapatkan pesan penting agar mampu menjadi agen literasi digital di lingkungan madrasah. Guru diharapkan tidak hanya memahami keamanan siber untuk dirinya sendiri, tetapi juga dapat membimbing peserta didik agar lebih bijak, kritis, dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan internet serta media sosial di era digital yang terus berkembang.

Workshop ini menjadi kegiatan yang sangat bermanfaat karena memberikan wawasan sekaligus meningkatkan kesadaran seluruh peserta mengenai pentingnya menjaga keamanan di dunia maya. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi AI, kemampuan untuk berpikir kritis, memverifikasi informasi, serta menjaga data pribadi menjadi bekal yang sangat penting agar masyarakat tidak mudah menjadi korban penyalahgunaan teknologi. Melalui kegiatan ini diharapkan budaya cyber security awareness dapat terus tumbuh, baik di lingkungan madrasah maupun di tengah masyarakat luas.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, dilaksanakan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara MAN 3 Kebumen dengan Universitas AMIKOM Yogyakarta. Penandatanganan kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam mempererat sinergi antara dunia pendidikan menengah dan perguruan tinggi, khususnya dalam pengembangan kompetensi di bidang teknologi informasi, literasi digital, dan inovasi pendidikan.

MAN 3 Kebumen berharap kolaborasi yang telah terjalin bersama Universitas AMIKOM Yogyakarta dapat terus berlanjut dan berkembang melalui berbagai program yang bermanfaat di masa mendatang. Semoga kerja sama ini mampu menghadirkan lebih banyak peluang, inovasi, dan kontribusi positif bagi kedua belah pihak, sekaligus mendukung terwujudnya sumber daya manusia yang unggul, adaptif, dan siap menghadapi tantangan era digital.
Copyright © 2019 - 2026 MAN 3 KEBUMEN